Selasa, 10 Juni 2014

Peluang Bisnis Warung Jamur

Peluang Usaha Kuliner Jamur



Paket Investasi 
"Istana Jamur Café” 

 

OVERVIEW


Memasuki  tahun 2014, Istana Jamur sebagai perusahaan produsen bibit dan budidaya jamur terus mengembangkan diri  memasuki industri hilir berbasis pangan yang berasal dari olahan jamur. Tingginya produksi jamur yang dihasilkan di Ngusikan, Jombang sebagai salah satu sentra jamur tiram  di Jombang mendorong kami untuk terus berkreasi dalam upaya  meningkatkan nilai jual sekaligus sebagai bentuk promosi edukasi jamur konsumsi yang merupakan pangan sehat dan pangan alternatif  baik di masa kini maupun masa depan.

Kami optimis bahwa bisnis ini akan berkembang pesat, tentunya didukung dengan promosi produk yang selama ini sudah kami lakukan, pengembangan produk yang terus ditingkatkan, kecenderungan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat dan bebas kolesterol.

1)    Visi  
                                                     
Menjadi perusahaan skala nasional dalam industri kuliner jamur terintegrasi

2)    Misi
  • Mempopulerkan jamur tiram dalam bentuk panganan olahan melalui pendekatan kualitas (cita rasa, pelayanan, packaging, serta kesehatan).
  • Mensosialisasikan manfaat jamur terutama jamur tiram bagi kesehatan masyarakat  Jombang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
  • Mempeluas jaringan pemasaran melalui sistem kerjasama usaha
  • Membangun pusat produksi kuliner yang bertempat di Jombang

Sumber Daya Manusia

 "Istana Jamur Café” didukung oleh orang-orang yang berpengalaman dan ahli di bidang makanan. Koki yang bertanggung jawab terhadap rasa dan mutu makanan diambil dari koki-koki yang sudah berpengalaman di bidangnya. Mutu dan kualitas makanan secara rutin diawasi sehingga makanan yang dijual adalah makanan yang benar-benar layak untuk dikonsumsi bebas dari pengawet & kimia yang membahayakan kesehatan.


Ciri Khas istana Jamur Cafe

      • Bahan jamur diolah sendiri BEBAS BAHAN PENGAWET, KIMIA & DI JAMIN HALAL.
      • Bahan terbuat dari Jamur tiram yang baik buat kesehatan dan rendah kolesterol
      • Citarasa yang lezat dengan harga yang terjangkau

Pilihan Peluang Usaha yang Tepat
  • Dibutuhkan masyarakat, Jamur merupakan peluang bisnis kuliner yang menjanjikan dimasa   depan,yang mengusung konsep health food.
  • Bahan baku mudah di dapat, bahan baku jamur di support dari pusat.
  • Tidak melanggar norma yang ada dimasyarakat, produknya halal dan bebas dari pengawet serta  kimia.
  • Nilai investasi tidak mahal & bisnisnya mudah dijalankan.
  • Hak dan kewajiban para pihak seimbang
  • Supporting management dari produksi, pemasaran dan pengembangan produk.
  • Menjamin wilayah pemasaran ekslusif
  • Memiliki SOP (Standar Operating Procedure) untuk produksi, pemasaran dan pengembangan produk.


MENU "ISTANA JAMUR CAFE"



CHRISPY
BURGER
HOTDOG
SIOMAY
SATE JAMUR
PENTOL BAKAR
BENTO
STEAK


Untuk saat ini kami masih berkonsentrasi untuk 8 menu tersebut di atas, nantinya kami akan terus mengembangkan menu yang ada dalam rangka memajukan usaha kami dan mitra
Istana Jamur Café.

Keuntungan bermitra dengan Istana Jamur Café
  • Produk telah teruji & terbukti digemari masyarakat
  • Usaha jenis makanan sehari-hari, bukan makanan yang hanya trend sesaat
  • 100% laba milik Pribadi Mitra
  • Tanpa Franchise fee
  • Tanpa Royalty fee
  • Investasi relatif murah
  • Pengelolaan mudah 
  • Pengembalian modal relatif cepat
  • Pilihan untuk outdoor & indoor
 
 
 

Selasa, 14 Mei 2013

PROFILE

PROFILE

 " PEMUDA MANDIRI MUSHROM "
Ds. Kedungbogo, Kec. Ngusikan, Jombang
Siapa Kami?
adalah suatu perusahaan rumahan (home industry) yang  mempunyai komitmen kuat, visi misi kedepan yang jelas dalam mengelola, mengembangkan dan membesarkan usaha dalam sektor budidaya jamur tiram. Usaha kami adalah mengelola produktivitas serta pendistribusian jamur dengan tujuan menciptakan wirausahawan baru dibidang budidaya jamur tiram ini. Kami menawarkan sistem yang baik dalam bermitra usaha dan menyeimbangkan antara kepentingan pembuat bibit, petani dan pedagang distribusi sampai pada konsumen sehingga sistem ini dapat menjaga kelangsungan supply jamur bagi pedagang dan jaminan pasar bagi petani pemula ( membantu menampung dan memasarkan hasil produksi)

YANG KAMI TAWARKAN
Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar akan jamur hasil produk kami maka dengan kapasitas yang ada sekarang sangat sulit untuk mengejar perkembangan permintaan pasar. Kami sudah melakukan langkah-langkah untuk menunjang permintaan pasar yang semakin meningkat dengan memperbaiki dan menambah kapasitas untuk unit produksi baglog kami namun kami masih membutuhkan unit produksi untuk dikembangkan. Berhubungan dengan hal tersebut kami " PEMUDA MANDIRI MUSHROM" menawarkan kepada anda khususnya pecinta wirausaha budidaya jamur tiram untuk bermitra usaha dengan kami. Dengan sistem yang kita implementasikan bersama, yaitu :
  1. Membantu pendistribusian/pemasaran hasil produksi jamur  sampai anda bisa menjual sendiri dengan harga yan lebih menguntungkan  sehingga pembudidaya bisa leluasa menambah kapasitas budidaya tanpa kwatir menjual hasil panen budidaya.
  2. memberikan petunjuk pembuatan kumbung yang baik, efisien, sederhana dengan biaya yang sangat murah dan sesuai standart perawatan dan disesuaikan dengan keadaan geografis sehinggan mitra akan memiliki kumbung yang layak budidaya jamur karena faktor kumbung akan menentukan keberhasilan budidaya.
  3. Memberikan bimbingan dan konsultasi gratis bagi petani pemula dengan memberikan ilmu mulai dari hal yang terpenting yaitu menjaga kesetabilan suhu, penanganan saat panen, dan perawatan sehari-hari sehingga jamur yang didapat adalah jamur yang kualitas yang diterima pasar.
WAWASAN BUDIDAYA JAMUR


MENGAPA JUSTRU BANYAK YANG GAGAL ?
Janji akan keuntungan dan didukung oleh perhitungan yang menggiurkan sering menjadi penyemangat bagi masyarakat awam untuk menggeluti dibidang ini. tapi pada realitanya di lapangan dari hasil survei dan pemantauan kami dari grafik usaha jamur yang kami buat dari tahun ke tahun minat pengusaha jamur cenderung menurun, mengapa demikian?
seperti pernyataan yang kami paparkan diatas. serta hasil survey dan wawancara yang kami lakukan dilapangan dengan mantan pengusaha maupun yang masih menggeluti dibidang ini kita bisa menarik point-point yang menjadi kendala para pengusaha jamur untuk sulit berkembang berhasil kita rangkum menjadi 3 point pokok antara lain:
  1.  pengalaman serta pendalaman ilmu budidaya yang kurang 
  2. distribusi dan pangsa pasar yang tidak terkoordinir dengan baik
  3. kwalitas bibit dari industri pembibitan yang kurang bermutu
KURANGNYA ILMU MENYEBABKAN KEGAGALAN
pendalaman ilmu budidaya dalam usaha ini sangat penting sekali karena hasil, kwalitas dan kuantitas produk tergantung sepenuhnya pada tahap ini. Dengan pengalaman yang kita dapatkan dari literatur saja tidak cukup menjamin keberhasilan pada tahap ini, karena dalam teknik budidaya jamur kita dituntut selalu kreatif dan inofatif. Dikarenakan tiap daerah memiliki letak geografis serta suhu dan kelembapan variatif, dan pada intinya budidaya jamur adalah teknik mengatur suhu dan kelembapan yag sesuai dengan jamur yag kita budidaya dam masih banyak lagi teknik yang harus kita pahami seperti cara panen aar maksimal, membawa hsil panen dan lain-lain.

TIDAK TERKONTROLNYA PASAR MENJATUHKAN BUDIDAYA
dengan ilmu yang baik bahkan dengan skill yang mumpuni ternyata juga tidak cukup untuk menjamin keberhasilan dalan budidaya jamur. Distribusi dan marketing yang tidak terkoordinasi dengan baik jug aberakibat fatal dalam usaha ini karena sering kita jumpai dilapangan bahwa faktor yang sering menjatuhkan mereka ditahap ini dikarenakan menghadapi panen puncak dan minimum. mereka mengaku repot untuk menstabilkan dengan permintaan pasar, karena tahap tersebut banyak produk yang tidak bisa didistribusikan dan akhirnya terbuang percuma. permainan dari para pengepul dan pedagang sering memangkas habis keuntungan yang sudah terlihat didepan mata. Otomatis para petani jamur mengalami tingkat kerugiana yang cukup tinggi dan menimbulkan efek jera untuk menggeluti bidang usaha ini.

TIDAK TERKONTROLNYA KUALITAS BIBIT
karena sebagian petani jamur tidak membuat baglog sendiri dengan dalih pengefisiensian waktu. Hal tersebut berakibat kurangnya memilih bibit yang berkualitas, karena sudah jelas kwalitas baglog juga berpengaruh dalam hasil panen. disini bisa ditepis dengan menjalin komunikasi yang baik dengan perusahaan bibit sehinggga petani bisa memahami karakteristik bibit yang akan dibudidaya.
dari kendala-kendala yang menjadi penghambat keberhasilan dalam bisnis ini, maka kami sepakat untuk membentuk suatu komunitas yang menghimpun para pengusaha jamur didaerah. Dan dengan tujuan mengelola, membantu menstabilkan prospek usaha budidaya jamur dengan konsep dan sistem yang baik. Dengan konsep dasar memberikan pengetahuan, menstabilkan permintaan untuk menghindari produk terbuang dan memberikan bibit yang baik maka kami membentuk himpunan petani jamur dan pusat distribusi " PEMUDA MANDIRI MUSHROM" sebagai sentral produksi dan distributor.
Disini kami ingin menawarkan beberapa paket program kemitraan untuk para pembudidaya jamur tiram dimana program kemitraan yang kami tawarkan.

MITRA

PAKET MITRA 1

PAKET
  1. Paket Pembelian Baglog (free)
  • diman dalam paket ini mitra budidaya melakukan pembelian baglog jamur secara penuh dan jumlah kapasitas baglog tidak ditentukan. Dengan fasilitas sebagai berikut :
  • Harga baglog dasar  Rp. 1.900/log (uang muka 25% dibayar dimuka dan sisanya dibayar sepenuhnya setelah pengiriman usai)
  • garansi 100% untuk baglog yang rusak dalam pengiriman, gagal tumbuh kategori kesalahan produksi.
  • penggantian kerusakan baglog akan dikirim secara langsung bila kerusakan diatas 35% dari pemesanan. dan bila kerusakan dibawa 35 % akan dilakukan penggantian setelah pemesanan berikutnya.
  • pemantauan dan kunjungan bimbingan teknik budidaya dari pihak kami selama proses budidaya.
  • Kami tidak menjamin kerusakan baglog yang diakibatkan kesalahan teknik budidaya diluar instruksi bimbingan budidaya 
  • Kami tidak menanggung biaya transportasi dan pekerja angkut 
berikut adalah gambaran  ilustrasi analisa prospek keuntungan budidaya :
harga baglog = Rp. 1900/@
kapasitas tanam = 10.000 baglog
step pengiriman = 4 kali kirim ( per 2.500 log)
durasi tanam = 120 hari (4 bulan )
(rumusan )
  • bea baglog = harga dasar x jumlah kapasitas tanam
                          =1900x10.000
                          =19.000.000
  •  bea traspot = tarif akomodasi (jarak) : kapasitas pengiriman
      • =300.000/2500
      • beban / log =Rp. 120
  • tenaga kerja = per log = Rp. 100
      • = kapasitas pengiriman  x beban tenaga kerja 
      • =2500 x 100
      • = 250.000
  • dari rumusan illustrasi perhitungan diatas, maka bisa disimpulkan 
  • Total bea bag log = harga pangkal + bea transport + tenaga kerja 
  • =1900 + 120 + 100
  • =Rp. 2.120,-/bag log
PEMASARAN 
BEP ( produk ) = harga dasar produk / Hasil Minimum
Hasil = 2.120  : 0,32
harga dasar produk = Rp. 6.625/kg

Harga Jual Produk/  kg = Rp. 10.000,-
Hasil Produk = hasil minimum x harga jual
= 0,32 x 10.000
Rp. 3.200/ log

profit/@ = ( harga jual ) - ( harga produk )
3200 - 2120 = 1.080 / produk

Total Profit = kapasitas x profit/@
=10.000 x 1080
= Rp. 10.800.000
profit / bulan = total profit :durasi budidaya
= Rp. 10.800.000/ 4 bulan
=Rp. 2.700.000,-

Kesimpulan :
  1. profit bisa lebih daripada diatas tergantung harga jual produk
  2. dalam menjalankan konsep budidaya dalam paket ini, mitra budidaya harus investasi :
    • bea kumbung = Rp. 5 jt ( kapasitas 4 rb baglog )
    • bea baglog ( tergantung kapasitasnya )
    • bea perawatan dan operasional
Contact Information

CONTACT PERSON: Dian Hidayatulloh
HANDPHONE NO.:085655219052
OFFICE PHONE NO.:(0321) 7298852

KEGAGALAN BUDIDAYA

Kegagalan dalam budidaya jamur tiram

Dalam pembuatan baglog jamur tiram, seringkali timbul yellow spot, green spot, gagal menumbuhkan miselium, perkembangan miselium lambat, baglog membusuk, dsb.


Kegagalan ini sebenarnya disebabkan oleh berbagai macam faktor, memang faktor kegagalan ini harus juga diperhitungkan agar kita siap dalam mengantisipasinya.
Seringkali faktor sterilisasi media dianggap sebagai satu-satunya sebab dalam kegagalan.

Padahal proses sterilisasi media hanya merupakan salah satu penyebab saja. Dalam berbagai analisa rekan-rekan, literatur, pengalaman, faktor-faktor kegagalan ini dapat disebabkan berbagai macam sebab. Posting kali ini mencoba sedikit menganalisa sebab-sebab tersebut dan sedikit antisipasinya.
Jika dari sahabat dan rekan-rekan memiliki pengalaman yang lain kami mohon kritik, saran, dan tentunya feedback nya agar juga menambahkan posting ini.

Faktor dari serbuk kayu yang digunakan
Media kayu adalah media utama dalam penumbuhan jamur ini. Jadi sangat penting untuk memperhatikan jenis serbuk kayu yang digunakan. Hendaknya untuk mempermudah budidaya, jenis kayu yang digunakan homogen atau tidak bercampur. Ini berpengaruh dalam lamanya waktu pengomposan dan juga tentunya perkembangan miselium. Untuk wilayah di pulau jawa, paling mudah menggunakan jenis kayu sengon laut. Pencampuran dengan jenis lainnya boleh dilakukan tetapi hendaknya 80% bersifat homogen.Seringkali kegagalan timbul karena pencampuran ini tidak terkontrol, apalagi tercampur dengan jenis kayu yang bergetah seperti kayu pinus, damar, cemara, dan sebagainya.
Penting juga untuk memperhatikan apakah dari penggergajian kayu, serbuk gergaji tersebut terkena tumpahan oli atau tidak, karena sangat beresiko jika digunakan dalam budidaya

Faktor PH
Dalam pencampuran media baglog, tingkat PH dari serbuk gergaji harus diperhatikan dengan benar di kisaran 7. PH yang terlalu basa (poin 7 keatas hingga 8) akan menyebabkan kegagalan. Karena faktor PH ini lah, dalam budidaya diperlukan pengomposan. Metoda pengomposan dari masing-masing pebudidaya memang lain-lain, tapi tujuannya satu yaitu menurunkan PH serbuk gergajian. Metoda itu antara lain:
  • Setelah mencampur, dibiarkan semalam, lalu baru dimasukkan ke dalam kantong baglog
  • Dengan mencampurkan EM4 untuk mempercepat pengomposan
  • Mencampur serbuk gergajian dengan kapur lalu dibiarkan minimal 3 minggu untuk pengomposannya.
Penting sekali untuk memeriksa kondisi PH ini sebelum dimasukkan ke dalam kantong. Pemeriksaan bisa dengan PH meter atau kertas lagmus. Ada pengalaman dari rekan-rekan, jika PH masih di kisaran 7,5 - 8, campuran diberi sedikit campuran air cuka.. lalu diperiksa kembali, setelah PH di sekitar 7, baru dimasukkan ke dalam kantong.
Faktor AIR
Dalam menambahkan kadar air, seringkali kita memang tidak memeriksa air yang digunakan. Ada yang menggunakan air sumur, air PDAM, atau malah air kali biasa. Kandungan kimia pada air tersebut terkadang tidak kita ketahui, jika terdapat kandungan yang mungkin saja bisa menggagalkan dalam proses budidaya, hal ini tentunya tidak kita inginkan. Cara sederhana untuk mengatasinya adalah, air yang akan kita gunakan hendaknya diendapkan dahulu, bisa juga dengan mencampurkan arang untuk menetralisir dan memurnikan air.

Faktor campuran yang kurang baik
Kadar dari campuran memang bermacam-macam dari masing-masing pebudidaya, tetapi rata-rata menggunakan nutrisi sekitar 10%-15%, ada yang maksimal hingga 20% dari berat gergajian. Nutrisi yang kami maksud di sini adalah perbandingan bekatul atau jagung.
Pastikan bahan yang digunakan dalam campuran masih dalam kondisi segar dan baru, tentunya kualitasnya juga harus baik.
Penting sekali untuk segera melakukan sterilisasi setelah campuran dimasukkan ke dalam kantong baglog. Karena setelah dimasukkan ke dalam plastik, akan timbul gas fermentasi yang dapat melambatkan tingkat kecepatan tumbuh miselium nantinya, atau bahkan menghentikannya sama sekali.

Faktor sterilisasi
Nah.. faktor ini yang sering menjadi momok pada budidaya. Metodanya banyak sekali, ada yang menggunakan tong, ada yang menggunakan steamer beton, plat baja. Ada yang langsung dipanaskan, ada yang menggunakan boiler sebagai penghasil uap panasnya. Intinya cuma satu, bagaimana metoda yang digunakan tersebut dapat memanaskan media baglog hingga 100 derajat C dan mematikan semua bakteri yang ada. Sehingga baglog yang sudah steril tersebut dapat tumbuh miseliumnya setelah ditanamkan bibit di dalamnya.
Air yang digunakan dalam memanaskan baglog juga sebaiknya harus selalu baru dan bersih.
Faktor kesalahan dalam inokulasi
Dalam melakukan inokulasi bibit jamur tiram putih, kondisi baglog setelah melalui proses sterlilisasi harus memiliki suhu yang pas..
Suhu baglog yang masih terlalu panas dapat menyebabkan kegagalan, begitu juga sebaliknya, suhu yang sudah terlalu dingin juga dapat menimbulkan kegagalan.
Suhu yang baik kira-kira di kisaran 35-38 derajat C (masih hangat sedikit, tapi tidak panas)
Jangan pula misalnya sudah lebih dari 2 hari keluar dari steamer proses sterilisasi, baru dilakukan proses inokulasi, ini sudah terlalu dingin.
Faktor bibit jamur yang kurang baik
Bibit jamur tiram putih sangat penting sekali dalam menentukan tingkat keberhasilan dalam budidaya jamur tiram putih. Kualitas bibit ini sangat menentukan keberhasilan. Jangan menggunakan bibit yang sudah terlalu tua. Itu sebabnya sebaiknya jika membeli bibit, janganlah yang kondisi sudah 100% miseliumnya, karena kita sendiri tidak tahu sudah berapa lama umur bibit itu sendiri. Bibit yang sudah terlalu tua (apalagi sudah tumbuh jamurnya) kurang baik untuk digunakan. Bibit yang berumur masih muda memiliki kekuatan yang lebih baik.
Dalam membeli bibit sebaiknya dalam kondisi 70% atau 80% miseliumnya. Dan segera digunakan setelah miselium menyelimuti botol (100%). Jika masih tertunda penggunaannya, maksimal seminggu setelah miselium bibit mencapai 100% sudah harus digunakan.
Dalam pembuatan bibit juga perlu diperhatikan dengan baik sejak dari proses di PDA. Jika perkembangan miselium di PDA sangat tebal dan bagus, InsyaALLAH selanjutnya jika diturunkan ke F1 dan F2 akan bagus terus. Contoh PDA yang bagus seperti pada foto botol sebelah kiri.


Komposisi bibit
Ada baiknya kita juga tahu komposisi nutrisi dari bibit yang akan kita gunakan. Komposisi nutrisi pada bibit jamur tiram menentukan kualitas kekuatan miselium dalam perkembangan di baglog nantinya. Indikasi sederhananya dapat terlihat pada warna putih miselium di botol bibit. Jika putihnya berwarna sangat putih, ini mengindikasikan nutrisi nya baik, tapi jika warna putihnya hanya semu saja, ini mengindikasikan nutrisi yang digunakan kurang.
tampak foto miselium putihnya tebal
walaupun masih kondisi 20%



Faktor kebersihan ruang inkubasi
Pada ruang inkubasi, faktor kebersihan, sirkulasi udara, kelembaban juga harus sangat diperhatikan. Bisa jadi semua faktor sudah terlewati dengan baik, dan perkembangan miselium juga baik, tetali karena ruang inkubasi kurang bersih, perkembangan miselium justruk menjadi lambat dan malah terhenti sama sekali. Ada baiknya ruang inkubasi secara rutin dilakukan sterilisasi dengan menyemprotkan formalin 2% sebelum diisi baglog, ini untuk meyakinkan bersih dan sterilnya ruang inkubasi itu sendiri.
Mungkin masih ada beberapa faktor lagi yang terlewat bisa ditambahkan kemudian..
sumber :http://jamursekolahdolan.blogspot.com/2010/10/kegagalan-dalam-budidaya-jamur-tiram.html

BISNIS JAMUR TIRAM

Budidaya Jamur


 Tinjauan Umum Jamur
Jamur Tiram, Kuping, Shiitake dan lain-lain merupakan jenis jamur kayu edible yang sering dibudidayakan saat ini. Budidaya jamur kayu edible sebagai penambah ekonomi keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan (lahan tidak subur) dan pemanfaatan tenaga keluraga sebagai (tidak langsung) pekerja. Lain dari itu, jamur berfungsi sebagai individu pendaur ulang limbah serbuk kayu gergajian (selanjutnya disebut serbuk kayu) atau semua bahan limbah yang masih mengandung senyawa lignoselulotik seperti kulit kacang tanah, sepak tebu, jerami, seresah daun, tongkol jagung, buangan dahan atau pohon yang telah mati di hutan dan lain-lain.
Di Indonesia sumber tenaga kerja, sumber daya alam (pekarangan) di pedesaan dan limbah lingo-selulotik tersedia dalam jumlah yang cukup. Lain dari itu secara topografi Indonesia memiliki banyak dataran tinggi yang mempunyai kelembaban udara yang tinggi dengan temperature yang rendah. Keadaan yang demikian ditambah dengan adanya 2(dua) musim yaitu kemarau dan hujan tanpa disertai musim salju seperti halnya di Negara 4 (empat) musim sehingga memberikan kesempatan yang amat baik bagi semua masyarakat Indonesia untuk melakukan budidaya jamur sepanjang tahun.
Beberapa hal penting dalam budidaya jamur kayu edible, yaitu :
  1. Syarat Tumbuh
Jamur kayu biasanya menghendaki temperature lingkungan berkisar antara 24o-26oC dengan kelembaban udara berkisar RH 80-90%. Untuk itu ketinggian tempat berkisar, antara 600-1000 meter dari permukaan laut atau lebih. Lain dari itu kecepatan angina rata-rata harus relative lambat, karena itu akan berpengaruh langsung terhadap kelembaban di tempat itu.
  1. Bibit Jamur
Bibit jamur kayu yang akan dibudidayakan sebaiknya diperoleh dari perusahaan yang memang mengembangkan jamur kayu edible. Ini untuk menghindari bbit yang meragukan terutama karena ada jenisa jamur yang beracun. Biasanya bibit yang diinokulasi ke polybag ada dalam tahap F3
  1. Tata Cara Pembuatan Bibit F2 dan F3
Penggunaan autoklaf
Autoklaf sebenarnya bukan kukusan tetapi bertekanan dan dilengkapi dengan manometer (untuk mengetahui besar tekanan uap air di dalamnya). Selain itu disertai dua buah klep (valve) Satu klep berfungsi sebagai safety valve/pengaman (supaya tidak meledak bila pemakai lengah sehingga tekanan melebihi batas yang telah diatur/diinginkan sesuai kemampuan alat ini) dan satu lagi berfungsi untuk exhaust valve/pengeluaran.
Membuat bibit F1
Untuk membuat bibit F1 perlu membuat cetakan spora (spore print). Jamur yang cukup tua diletakkan di atas kertas atau plastic yang telak diolesi media. Spora yang jatuh ke permukaan media di atas kertas/plastic tersebut akan membentuk cetakan spora (mirip sidik jari). Jika spora sudah disterilisasi dapat ditanam pada media PDA sehingga tumbuh misselium. Itu artinya bibit F1 sudah tersedia.
Membuat bibit F2 dan F3
Media untuk bibit F2, F3 dan polybag sama, yaitu terdiri dari serbuk kayu gergajian 80%, bekatul 20%, CaCo3 1%, RH 60-65%, pH 6,8-7,2 (diatur dengan CaCo3 atau CaO). Campuran ini diatur kelembaban berkisar antara 60-65%, yaitu dengan penambahan air. Walaupun demikian ada juga yang menambah campuran tadi dengan bahan lain seperti urea, KH2PO4 dan lain-lain.
Proses sterilisasinya sama dengan sterilisasi F1, yaitu menggunakan autoklaf hanya saja waktu sterilisasinya perlu ditambah 5-10 menit karena serbuk kayu merupakan bahan yang bersifat isolator atau tidak mudah menyalurkan panas. Biasanya bibit F1 yang diinokulasikan/dimasukkan untuk starter F2 tidak banyak, yaitu sekitar 1cm2. Bila inokulasi ini berhasil, maka dalam 2(dua) minggu seluruh permukaan media F2 di dalam botol bekas saus akan dipenuhi miselium. Kalau keadaan bibit F2 sudah benar-benar penuh miselium, maka tiba saatnya membuat bibit F3.
Media bibit F3 komposisinya sama dengan F2. Sekitar 1 9satu) sendok the F2 diinokulasikan ke media F3 secara antiseptic. Bila dalam dua minggu miselium sudah memenuhi seluruh permukaan media bibit F3, maka tiba saatnya diinokulasikan ke polybag.
Untuk polybag dengan berat sekitar 1 (satu) kg dan ukuran kantong plastic 28 x 15 cm, memerlukan waktu 1-2 bulan untuk setiap berproduksi tetapi waktu ini sangat bergantung pada jenis dan keadaan lingkungan. Kesiapan untuk berproduksi ditunjukkan dengan penuhnya miselium di seluruh permukaan polybag.
Perlu diingat, bahwa kantong plastic yang digunakan untuk mengemas media dalam polybag (juga disebut dengan nama baglog) terbuat dari palstik jenis Poly Propilene (PP) dengan ketebalan 0,05 mm atau lebih. Jika disterilisasi polybag yang dibuat mempunyai volume atau berat polybag lebih berat dari 1 (satu) kg, maka waktu sterilisasi harus diperpanjang. Untuk skala industri rumah tangga, biasanya digunakan drum bekas ole. Dengan alat sterilisasi seperti ini polybag harus menggunakan waktu yang lebih lama, biasanya sekitar 5-8 jam dalam keadaan mendidih. Sebab itu waktu dilakukan sterilisasi air dalam drum jangan sampai habis kaerna plastic dan serbuk kayu akan terbakar. Jika kompor/api sudah dimatikan jangan terburu-buru mengeluarkan polybag, melainkan biarkan dulu sampai temperature agak turun (hangat)
  1. Penenaman Bibit untuk Memperoleh Tubuh Buah
Setiap polybag diisi kira-kira 1 kg dan selanjutnya polybag diberi cincin plastic(ring), atau potongan pipa PVC ata potongan bamboo dipasang di mulut polybag dan ditutup dengan kapas berlemak. Pengisian bibit sebaiknya dilakukan di dalam kondisi antiseptic (kalau mungkin ruang sterilisasi menggunakan lampu Ultra Violet Germicides). Tata cara antiseptic perlu dilakukan sebaik-baiknya, artinya : tangan dan semua peralatan seperti meja, pinset termasuk permukaan dan tutup botol dan polybag disucihamakan dengan dilap menggunakan alcohol 90% atau spiritus atau kreolyn.
Media tanam yang sudah diisi dengan bibit ini sementara diinkubasi dalam ruang tertentu yang angat untuk menumbuhkan miselium. Bila factor kelembaban dan temperature lingkungan sesuai, maka dalam waktu sekitar 1,5-2 bulan miselium akan dipeuhi media dalam polybag tersebut. Bila media tanam dalam polybag sudah dipenuhi miselium (berwarna putih), maka polybag yang berisi media tersebut dapat dipindahkan ke kumbung produksi untuk menumbuhkan tubuh buah.
  1. Budidaya untuk produksi tubuh buah
Kumbung produksi sebaiknya tidak dibangun berdekatan dengan kandang hewan. Kumbung produksi harus memenuhi beberapa ketentuan seperti factor temperature, kelembaban, cahaya dan lain-lain. Untuk memperbaiki kelembaban di dalam kumbung produksi, semua bagian dalam dinding dan atap harus dilapisi dengan plastic. Walaupun demikian jendela harus tetap ada terutama di bagian aats dan dasar sekeliling dinding. Adanya jendela ini akan berperan secara langsung terhadap temperature dan kelembaban di dalam kumbung. Selain itu dengabn adanya jendela yang dibuka pada waktu malam tetapi semua jendela ditutup waktu siang akan membantu perkawinan miselium sehingga membentuk tubuh buah. Fluktuasi temperature antara siang dan malam akan mempengaruhi terbantuknya tubuh buah. Selain itu sebelum polybag disusun dalam kumbung produksi untuk menumbuhkan tubuh buah, maka kumbung perlu difumigasi dengan uap formalin ditambah dengan KMnO4 (kalium permanganate), atau pestisida lainnya. Lantai kumbung ditaburi kapur dan penaburan kapur ini diulang setiap bulan. Sebab itu sebaiknya lantai kumbung terbuat dari batu bata yang ditata sedemikian rupa tanpa disemen. Ini akan membantu pengaturan kelembaban udara dalam kumbung.
Jamur Tiram
  1. Jamur tiram putih
Untuk tiram putih, polybag disusun vertical pada rak bamboo atau kayu. Setelah miselium memenuhi seluruh permukaan polybag, umumnya akan ada tubuh buah “nyelonong” melalui kapas penutup polybag. Selanjutnya plastic polybag di bawah ring dipotong melingkar sehingga permukaan media terbuka. Nantinya tubuh buah jamur tiram putih akan bermuncukan dari bagian yang terbuka ini.
Untuk memanen tubuh buah jamur tiram putih cukup dicabut saja dari media dan bagian pangkal tubuh buah (bungkil) dipotong.
  1. Jamur Tiram Coklat
Seperti halnya tiram putih, bila waktunya berproduksi, biasanya akan ada tubuh buah yang nyelonong. Ini pertanda, bahwa produksi akan segera dimulai. Khusus untuk jamur tiram coklat, plastic tidak perlu dipotong dan ring tidak dilepas. Disini ring berfungsi sebagai penyangga sehingga tubuh buah jamur tidak mudah rontok. Proses pemanenan sama dengan jamur tiram putih.
  1. Jamur Kuping
PEmindahan penyusunan polybag jamur kuping ke dalam kumbung produksi dilakukan bila miselium sudah tumbuh hingga 2/3 panjang polybag. Bila polybag sudah tersusun rapi, maka plastic di dekat ring di “silet” seperti tanda X dengan ukuran 0,5 x 0,5 cm. Sejak dilakukan penyiletan di dekat ring, maka pemyemprotan (dengan sprayer) boleh diarahkan langsung mengenai polybag (untuk jamur kuping dan tiram) dilakukan 1-3 kali sehari di musim kemarau. DI musim hujan cukup sekali akan lebih baik, bila penyemprotan diarahkan ke lantai. Setelah 5-7 hari penyiletan plastic polybag, maka tunas tubuh buah mulai muncul. Jika bagian tepi jamur kuping sudah menipis, maka pemanenan dapat dilakukan dengan cara mencabutnya. Bagian pangkal dipotong seperti jamur tiram.
Untuk jamur tiram maupun jamur kuping dapat langsung dipasarkan atau dikonsumsi (dimasak). Khusus jamur kuping banyak dilakukan pengeringan dengan jalan mencucinya lebih dulu kemudian dijemur selama 3-4 hari (bila cuaca cerah).
Pencucian dan penjemuran yang baik akan menghasilkan permukaan jamur kuping yang berwara hitam itu mengkilap.
  1. Jamur Shiitake
Polybag jamur shiitake umumnya diletakkan vertical seperti pada jamur tiram putih. Bila seluruh permukaan sudah coklat tua akan diikuti dengan timbulnya benjolan-benjolan seperti bisul. Kini tiba saatnya untuk melepas ring tanpa membuang kapas penutup polybag. Setelah 3-4 hari kapas dibuang dan dibiarkan lagi 1-2 hari. Selanjutnya plastic dipermukaan atas sekeliling bekas tempat ring dipotong dan media yang sebagian plastiknya terbuka, kemudain dibalik tetapi tetap diletakkan di rak bamboo/kayu. PEnyiraman dengan cara penyemprotan air selama polybag dibalik boleh dikenakan di permukaan polybag. Ini dilakukan satu kali sehari saja selebihnya diarahkan ke lantai kumbung. Setelah 4-5 hari dibalik, kini polybag dibalik lagi seperti semula tetapi pembalikan ini disertai kejutan mekanik dengan jalan mengetuk bagian dasar polybag. Kini penyemprotan hanya ditujukan ke permukaan lantai. Bila tubuh buah sudah muncul, pemanenan biasanya dilakukan sebelum “paying” mekar penuh (unpeel). Pemanenan dilakukan dengan cara memotong pangkal tubuh buah dekat media tanam (Tidak dicabut seperti jamur tiram atau jamur kuping). Umumnya tangkai dipotong pendek dekan paying. Potongan tangkai ini di pasaran disebut kaki jamur. Baik paying dan kaki jamur dapat dijual segar maupun dikeringkan.
  1. Pembuatan Logwoods
Selain melalui pembuatan bag logs, budidaya jamur dapat juga dilakukan dengan cara membuat log wood. Teknik ini sebenarnya lebih menguntungkan karena yang digunakan sebagai media ialah batang kayu yang sudah lama mati dan tidak memerlukan proses sterilisasi media seperti pembuatan bag log. Rumah (kumbung) untuk budidaya jamur tidak perlu tertutup rapat (dinding) seperti pada budidaya menggunakan bag log. Di sini factor yang terpenting adalah atap (peneduh) dan penyiraman yang baik. Untuk mengurangi factor angina yang ikut mengurangi produksi dapat diatasi dengan menanam pohon pelindung seperti bamboo di sekitar “kumbung”.
Cara Pembuatan
Dicari batang kayu yang sudah mati dan biasanya kering benar. Untuk itu perlu dilakukan pengeboran atau dilubangi menggunakan pahat. Lubang dibuat dengan garis tengah sekitar 5-8 mm dengan kedalaman 15-25cm. Lubang ini dibuat berdekatan dengan beberapa model untuk mudahnya lihat gambar berikut
Ukuran lubang sangat ergantung pula pada ketersediaan bantang kayu yang telah mati.
Faktor lain yang ikut berperan dalam teknimk ini ialah kandungan air batang kayu tersebut (kelembaban). Sebab itu setelah batang kayu tadi dilubangi, perlu penyiraman/perendaman agar kelembaban batang kayu tersebut berkisar antara 35-55%.
Untuk temperature lingkungan yang optimal berkisar antara 22 – 25 oC. Oleh sebab itu ketinggian tempat dari permukaan air laut ikut menentukan temperature lingkungan, kelembaban udara, kecepatan angina, kualitas bibit dan jenis kayu menentukan keberhasilkan budidaya dengan teknik ini.
Sebagai bahan penutup lubang batang kayu setelah pengisian bibit, dapat digunakan paraffin (lilin) atau langsung ditutup menggunakan pasak dari jenis kayu yang lunak.
Keuntungan lain dari budidaya dengan teknik ini ialah waktu pemanenan amat panjang/lama dan menurut mereka yang mengejar cita rasa tinggi, mengatakan rasa jamur dari budidaya dengan teknik ini lebih enak dibandingkan jamur sejenis yang diperoleh dari budidaya baglog.
Kelemahan teknik budidaya ini, yaitu keberhasilannya dan keserempakan produksi lebih rendah dibandingkan menggunakan bag log. Disamping itu jarak waktu pengisian bibit hingga panen pertama budidaya dengan teknik wood log cukup lama (berkisar 5-6 bulan, bahkan lebih).
  1. Kontaminasi pada polybag
Kontaminasi pada media dalam polybag akan menyebabkan terhentinya pertumbuhan dan perkembangan miselium. Biasanya ditunjukkan dengan timbulnya warna hitam, kuning, nila atau hijau pada media di dalam polybag sehingga tubuh buah tidak mungkin ke luar dari bagian ini.
Ada beberapa sumber yang menyebabkan terjadinya kontaminasi, antara lain :
  1. Proses sterilisasi media dalam polybag yang tidak sempurna
  2. Saat mengisi bibit F3 tidak antiseptic
  3. Plastik polybag yang cacat/berlubang sehingga spora jamur mikro atau bakteri, bahkan kutu dapat menyelundup masuk ke dalam media
  4. Kontaminasi kapas penutup polybag berada di dalam kumbung inkubasi. Oleh sebab itu sering kali saat polybag diinkubasi perlu disemprot dengan campuran kreolin (sabun ditambah fenol kristal) atau disemprot perasan kunyit.
  5. Kualitas/kebersihan air untuk penyiraman di dalam kumbung produksi perlu diperhatikan
Upaya mengatasi Hama
Untuk mengatasi hama yang muncul jangan sekali-kali menggunakan fungisida atau insektisida sintetik karena akan meninggalkan residu kimia yang dapat menurunkan produksi dan beberapa bagi kesehatan konsumen. Sebagai jalan yang keluar ialah menjaga kebersihan lingkungan, baik di luar kumbung maupun di dalam kumbung. Insektisida alami (nabati) banyak yang efektif untuk memberantas hama. Misalnya perasan daun/bisi pohon mamba (Azadirachtha indica), daun pegagan (Cenlella asiatica), daun tembakau (Nicotiana Tabaccum), umbi gadung (Dioscorea sp) dan lain-lain.
Hama yang banyak dijumpai dalam memproduksi jamur antara lain :
  1. Hama penggerek berupa ulat yang nantinya akan bermetamorfosa menjadi lalat atau sejenis kutu (jawa : kepik berwarna hitam)
  2. Siput tanpa cangkang
  3. Ulat kilan (uler gagak) berwarna hitam, jika berjalan tubuhnya membentuk huruf U terbalik
  4. Sejenis lalat buah yang berwarna hitam
  5. Tikus, reyap dll
Pemberian kapur di bagian luar dinding kumbung dan lantai di dalam kumbung amat membantu mempertahankan sanitasi kumbung produksi. Untuk mencegah rayap, maka kayu atau bamboo sebagai bahan bangunan kumbung perlu diolesi oli bekas (boleh dicampur minyak tanah). Masalahnya yang media di dalam polybag juga berupa kayu yang amat disukai rayap. Pada kaki rak bamboo/kayu akan lebih baik kalau dililit kain bekas yang diberi oli dan minyak tanah.
  1. Jamur beracun
Teknik mendeteksi toad tools (JAMUR YANG DIDUGA BERACUN) dengan analisis kimia : Warna tudung/paying mencolok
  1.  
  2. Senyawa Cholin
  3. Senyawa Mustardin
  4. Tumbuh di tempat kotor
  5. BErbau H2S (telur busuk)
  6. BErbau seperti CH4 (seperti gas rawa)
  7. Jika dimasak berubah warna, jika demikian jangan di makan
  8. Jika jamur dimasak kemudian ditempelkan pada nasi putih, akan mengubah warna nasi putih tadi. Jika ditempelkan ke perak akan mengubah warna perak menjadi hitam.
  9. Umumnya jamur yang tumbuh dari permukaan tanah 95% mengandung racun
  10. Pada stipe (Tangkai tudung jamur) terdapat cincing kecuali jamur merang.